Perusahaan asal
tiongkok telah mengumumkan kerjasama dengan mitra local Indonesia dalam
memproduksi ponsel 4G. langkah ini diambil guna memenuhi regulasi yang berlaku
di Indonesia terkaid dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Mitra yang
dipilih Xiaomi yakni Era Jaya dan Tata Sarana Mandiri. Lokasi perakitan ponsel
tersebut berada di Batam dan diproduksi pabrik Sat Nusapersada.
"Memulai produksi lokal di Indonesia merupakan sebuah bukti akan
pentingnya pasar Indonesia bagi Xiaomi, sekaligus menandai komitmen kami untuk
terus tumbuh di Indonesia," ungkap Senior Vice President Xiaomi, Wang
Xiang di acara pengumuman produksi Xiaomi Redmi 4A, di Jakarta, Jumat (10/2).
Ponsel rakitan pertama
Xiaomi yakni Redmi 4A. Yang dijual resmi dengan harga Rp 1.499.000. Xiaomi Redmi 4A hadir dengan spesifikasi layar
5 inci (HD), ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 425, GPU Adreno 308, RAM 2GB,
memori internal 16GB, kamera belakang 13 MP, kamera depan 5 MP dan baterai
3120mAh. Sistem operasinya Android 6.0 Marshmallow, berbalut antarmuka MIUI 8.
Di pabrik perakitan yang berlokasi di Batam tersebut, kapasitas produksi
Xiaomi Redmi 4A sudah mencapai lebih dari 100.000 per bulan. Smartphone ini
rencananya akan resmi dipasarkan pada akhir Februari 2017 melalui jaringan toko
Erafone dan dikabarkan akan meluncurkan 4 tipe handphone rakitan local.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar